Read Offline:

Moh. Hasan, jmnc

Batik terus menjadi tren busana yang cantik dan menarik seperti batik tulis dan batik cap, begitupun dengan teknik yang digunakan seperti salah satunya, yang dilakukan warga Pamekasan, Madura ini, membuat trobosan dengan menciptakan batik unik dan ramah lingkungan, ia memanfaatkan dedaunan dari tanaman pekarangan rumah untuk membuat pola dan pewarna alami kain batik, dikenal dengan batik ecoprint. penasaran seperti apa kreasinya. inilah liputannya.

Mudahnya mencari tumbuhan di sekitar rumahnya dan caranya mudah serta ekonomis, menginspirasi seorang warga larangan badung, kecamatan palengaan, Pamekasan, Madura, habibi untuk brkreasi membuat batik bernilai seni dengan teknik ecoprint. atau menempelkan dedaunan kepada kain untuk menghasilkan motif batik.

Habibi tertarik ecoprint karena bahannya berupa daun sangat mudah ditemukan di pekarangan rumahnya.

Dari situ, habibi mencari tahu di aplikasi youtube cara membuat motif  pada kain menggunakan teknik ecoprint.

Untuk membuat batik dari teknik ecoprint cukup mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama. tahapannya dimulai dengan pengolahan kain atau mordanting. atau proses pembersihan dari larutan kimia pabrik dengan cara merendam di tawas.

Lalu kemudian daun jati, daun pepaya, serta dedaunan memiliki kandungan linin atau zat warna kuat sebelumnnya direndam selama kurang lebih satu jam agar getah keluar.

Kemudian dilanjutkan tahap selanjutnya. meletakkan dedaunan sedemikian rupa pada satu sisi kain, kemudian sisi yang lain dijadikan penutup, lalu dipukul pukul cukup kuat hingga merata menggunakan palu kayu. dalam proses pemukulan harus dikontrol agar daun tidak hancur.

Setelah selesai proses pemukulan, kain tersebut dilipat lalu diikat yang kencang. setelah itu, dilakukan pengukusan kurang lebih satu jam untuk menentukan kualitas dari batik ecoprint.

Untuk harga dari hasil karya tangan habibi ini bervariasi, dari mulai harga Rp.100 Ribu sampai rp. 500 Ribu rupiah perpotong kain batik ecoprint.

Meski kurang lebih satu bulan mendalami batik ecoprint.  karya batik ecoprint habibi ini sudah mulai diorder dari berbagai daerah di indonesia, seperti dari  tuban, lumajang, bali hingga malaysia.

Namun  dalam proses penjualan, habibi  mengaku masih menemui  kendala karena saat ini ia masih mengandalkankan jejaring sosial untuk menjualnya.

jika pemirsa mau mengoleksi kain batik ecoprint nan indah ini, bisa berkunjung ke desa larangan badung, kecamatan pegantenan, Pamekasan, Madura.

Share Button
Read Offline:
Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.