Pamekasan – Pasarean Bujuk Batu Ampar

Pamekasan – Tidak hanya Pasarean Syaikhonah Holil di Bangkalan dan Asta Tinggi di Sumenep yang menjadi tujuan wisata religi di Madura. Namun di Pamekasan juga terdapat tempat wisata religi yang tidak kalah keramat dan ramai pula dikunjuungi para peziarah. Wisata religi Pasarean Batu Ampar di Kota Gerbang Salam ini juga bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk berwisata religi pada saat hari raya Idul Fitri nanti.

Lokasi makam keramat pasarean Batu Ampar ini berada di Desa Pangbatok, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Tepatnya di wilayah yang jaraknya 15 Km dari pusat Kota Pamekasan atau sekitar satu jam perjalanan darat dengan kendaraan dari Kota Sampang. Pasarean Batu Ampar ini merupakan komplek makam para ulama yang dikramatkan dan disegani oleh masyarakat setempat, dimana setiap harinya tempat ini tak pernah sepi dari para peziarah.

Istilah “Batu Ampar” sendiri berasal dari Bahasa Madura yakni “Bato” dan “Ampar”. Bato artinya batu, sedangkan Ampar artinya berserakan tetapi teratur ibarat permadani yang dihampar. Di pasarean batu ampar ini menurut Sa’dun salah satu pengurus di tempat tersebut mengatakan, terdapat 6 makam aulia atau yang dalam bahasa madura biasa disebut “Bujuk” yang paling dikeramatkan yakni makam Syeh Abdul Manan (Bujuk Kosambi), Syeh Basyaniyah (Bujuk Tumpeng), Syeh Abu Syamsudin (Bujuk Lattong), Syeh Husen, Syeh Moh. Romli, dan Syeh Damanhuri.

Istijabahnya tempat ini pernah dibuktikan sendiri oleh peziarah dari Pasuruan yakni Agus Salim. Agus Salim mengaku pernah menghatamkan Al-Quran dan ternyata doanya terkabul sehingga di setiap bulan suci ramadhan dirinya rutin berziarah ke Batu Ampar. Sementara Pasarean Batu Ampar biasa ramai dikunjungi para peziarah saat Bulan Maulid, Sya’ban, dan juga Syawal atau sehari setelah lebaran. (Muhammad Zuhri)

4,198 total views, 2 views today

Share Button
Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Profil Penulis

Leave a comment

Gambar CAPTCHA

*