Pasca Putus Kontrak Proyek Tajamara Terancam Mangkrak

Syaiful Anwar Dan Muhammad Arif – jmnc

Pasca putus kontrak di akhir bulan desember 2017 lalu, pembangunan tajamara terancam mangkrak, bsebab tahun ini belum ada kepastian kelanjutan pembangunannya, pihak terkait masih akan melakukan kajian dan evaluasi untuk merumuskan pembangunan yang sudah selesai sekitar 50 persen tersebut, akibatnya, tajamara yang direncanakan rest area wisatawan tahun ini terancam gagal.

Pembangunan tajamara di terminal lama Sumenep ini, sudah mencapai 50 persen, namun demikian, di akhir tahun 2017 lalu, pihak PEMKAB memutuskan kontrak pihak ketiga, sebab pembangunannya dianggap tidak sesuai target yang sudah disepakati, pembangunan tajamara ini, menelan anggaran sebesar 3,5 miliyar.

Pasca pemutusan kontrak tersebut, belum ada kepastian kapan pembangunan akan dilanjutkan, pemerintah kabupaten Sumenep melalui dinas PRKP dan Cipta Karya Kabupaten Sumenep, masih akan melakukan evaluasi dan tender ulang, namun demikian, hingga saat ini masih belum ada kepastian kapan evaluasi dan tender ulang tersebut akan dilakukan.

Kepala Dinas PRKP dan Cipta Karya, Bambang Irianto, mengatakan, jika pembangunan tajamara tidak bisa dilakukan tahun 2018, direncanakan tahun 2019 mendatang, tender lanjutan akan dilakukan : Bambang irianto, Kadis PRKP Dan Cipta Karya.

Dari peninjauan di lapangan, banyak material bangunan yang mangkrak, akibat dari pembangunan yang tidak selesai, tahun ini, rencana tajamara akan menjadi rest area untuk wisatawan, terancam gagal total.

34 total views, 2 views today

Share Button
Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Profil Penulis

Leave a comment

Gambar CAPTCHA

*