Kerapan sapi Madura yang sudah berumur ratusan tahun sampai saat ini masih eksis dan menjadi ajang budaya yang cukup dikenal, pasalnya lompa pacuan sapi di tingkat internasional ini hanya di wilayah pulau Madura. Selain untuk mempertahankan dan melestarikan budaya tradisional, lomba kerapan sapi diadakan untuk memperebutkan piala bergengsi yaitu piala Presiden RI 2013 yang di tempatkan di Stadion Sunarto Pamekasan.
Tak bisa dipungkiri satu dari banyaknya sejarah dan budaya yang mampu mengangkat nama pulau Madura di tingkat nasional bahkan dimata dunia adalah kerapan sapi.
Oleh sebab itu demi mempertahankan dan melestarikan budaya kerapan sapi masyarakat Madura seperti sumenep, pamekasan,sampang, dan bangkalan mulai dari ujung timur pulau hingga sisi barat pulau masih eksis mengikuti pagelaran dan lomba kerapan sapi.
Dalam momentum memperebut piala Presiden RI 2013, lomba kerapan sapi diikuti 24 pasang sapi kerap seMadura. Seperti yang sudah menjadi ketentuan dan aturan bahwa setiap masing-masing kabupaten hanya mendapatkan jatah 6 pasang sapi.
Menurt Mufadhol salah satu panitia mengatakan sebagai warga asli Madura ia akan mempertahankan budaya kerapan sapi karena budaya tersebut merupakan warisan dari nenek moyang Madura sebelum indonesia merdeka. Pihaknya menambahkan meski sebelumnya sempat tarik ulur adanya larangan terkait tata cara kerapan sapi namun masyarakat Madura pada umummya tetap mempertahankan budaya Madura kerapan secara utuh, karena hal tersebut sudah menjadi bagian dalam budaya Madura tanpa menghilangkan sedikitpunpun tradisi yang ada didalam kerapan sapi. Fathor Rozi melaporkan.

899 total views, 1 views today

Share Button
Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Profil Penulis

Leave a comment

Gambar CAPTCHA

*