Sukma, Bukti Warga Sudah Melek Aksara

Ismail Hasyim dan Moch Sahid : jmnc

Kalau kita memasuki kota Bangkalan, pastinya kita akan melihat suatu tugu yang berdiri tegak di tengah tengah kota Bangkalan yang didominasi warna kuning yang menyerupai cungkup ( bagian atas) Masjid Agung Bangkalan, namun tidak sedikit masyarakat yang tahu untuk apa tugu itu dibangun.

Tugu tersebut merupakan tugu pernyataan bebas buta aksara di Jawa Timur, yang diresmikan tanggal 31 Maret 1989 oleh Gubernur Jatim Soelarso, dengan kata lain tugu tersebut sudah berdiri di tengah tengah kota Bangkalan selama 29 tahun.

Sedangkan di Bangkalan masyarakat yang masih belum bisa baca tulis tahun 2018 sebanyak 73.567 warga belajar yang mana angka ini dalam empat tahun terakhir terus mengalami penurunan yakni tahun 2015 sebanyak 76.517 warga belajar, tahun 2016 sebanyak 75.817 warga belajar , tahun 2017 sebanyak 74.967 warga belajar.

Untuk tahun 2018 ini akan ada 1400 warga belajar yang akan digarap oleh pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang terbagi dalam 70 kelompok di kecamatan geger dan 70 kelompok di Kecamatan Kwanyar dengan masing kelompok menangani 10 warga belajar dengan anggaran yang bersumber dari pusat sebesar 4.500.000 per kelompok.

Berdasarkan Permendikbud No 36 tahun 2014 pendidikan keaksaraan dasar dilakukan pembelajaran selama 114 jam yang dilakukan oleh tutor dengan prioritas warga belajar yang berumur 15 sampai 59 tahun dan kalau sudah selesai atau lulus akan diberikan sukma yaitu surat keterangan melek aksara sebagai bukti warga belajar sudah bisa baca tulis.

30 total views, 2 views today

Share Button
Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Profil Penulis

Leave a comment

Gambar CAPTCHA

*